Monday, 7 October 2013

Teknik Cara Membuat Design Lukis Kain

Pada umumnya setiap designer memiliki cara kerja yang berbeda dalam menyelesaikan tugasnya. Ada yang lebih senang menggunakan cara manual dengan pensil, kuas, cat warna, kanvas dan kertas, ada juga yang menggunakan bantuan computer dengan program software Adobe photoshop, Corel Draw, Adobe illustrator, Adobe indesign, AutoCad, atau program software design lainnya. Meskipun cara yang dipakai berbeda namun tujuan mereka tetap sama, untuk merealisasikan inspirasi dan imajinasi menjadi satu bentuk produk visual ataupun audio yang estetis dan bernilai jual.
Berbeda jenis produk yang dirancang tentunya akan berbeda pula cara yang digunakan, untuk menciptakan satu design atau karya seni yang lebih banyak menggunakan efek gradasi .
Dalam posting kali ini kita akan fokus membahas cara membuat design lukis kain yang banyak menggunakan efek dan gradasi warna dengan berbagai cara yang berbeda:

1.Design Lukis Kain.
   Untuk membuat design lukis diatas kain yang memiliki banyak efek dan banyak gradasi warna, ada beberapa cara yang bisa kita coba terapkan, antara lain adalah:

A. TEKNIK BASAH DENGAN AIR

A.1. Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah, pasang kain di frame kayu berukuran 50 cm x 100 cm. Kain yang dipasang di frame harus dalam kondisi kencang, oleh karena itu sesuaikan antara ukuran lebar kain dengan ukuran frame yang digunakan. ( ukuran yang digunakan hanya sebagai contoh saja )

A.2. Kain yang sudah terbentang didalam frame tadi selanjutnya kita basahi seluruh permukaanya dengan air. Usahakan basah harus merata jangan sampai ada air yang menggenang hanya pada satu bagian saja, untuk meratakan air diatas kain, kita bisa melakukannya dengan cara mengambil bagian air yang menggenang tersebut dengan kuas yang sebelumnya kuas tersebut sudah kita ambil dan kurangi airnya menggunakan tisu atau kain lap yang kering, lakukan cara ini hingga terlihat cukup.

A.3. Ini adalah tahap dimana kita harus memperhitungkan waktu yang akan digunakan selama proses mewarnai, karena dalam tahap ini kita seperti berlomba dengan kain yang semula basah tanpa kita sadari proses keringnya kain bisa lebih cepat dari proses mewarnai kita. Untuk tahap ini akan banyak yang harus kita pelajari, seperti suhu ruangan tempat kita bekerja, kandungan air pada kain, konsep design dan teknik efek yang digunakan, semua ini akan menjadi faktor yang saling berhubungan.
Konsep design yang sudah dipersiapkan dengan matang akan sangat menunjang selama proses mewarnai pada kain dalam kondisi basah, karena jika kita ragu dengan konsep tersebut ada kemungkinan kita akan berhenti dan menggunakan waktu tersebut untuk berfikir sedangkan kain yang mengering akan terus berjalan.
Dibawah ini adalah contoh design lukis kain yang menggunakan teknik basah.

Contoh Design Lukis Kain | http://textiledsg.blogspot.com/


A.4. Jika kita melihat contoh design diatas sebagai acuan dalam pembahasan ini, maka konsep design yang dipakai dalam tips ini kurang lebih konsepnya seperti ini.
Perhatikan contoh design diatas, contoh ini  adalah design yang sudah selesai, maka untuk proses mewarnai awal, untuk tampilan designnya adalah kurang 50% dari tampilan design tersebut. Artinya design akan tampak seperti belum selesai( seperti hanya untuk background ), perhatikan pada bagian kelompok warna yang blur…kurang lebih seperti itu yang dimaksud kurang dari 50%. Maka selanjutnya 50% sisanya adalah dengan adanya penekanan kontras motif  di beberapa bagian, sehingga design memiliki irama dan cerita yang juga dapat memberikan efek dimensi.


B. TEKNIK KERING DENGAN PARAFIN

B.1. Langkah pertama sama dengan yang dilakukan pada teknik menbuat design lukis kain basah.

B.2. Ada perbedaan dalam tahap ini, jika dalam teknik basah menggunakan air, namun dalam teknik kering ini kita bisa menggunakan lilin cair atau biasa disebut juga parafin untuk melumuri seluruh permukaan kain. Caranya adalah dengan mencairkan terlebih dahulu parafin dengan alat pemanas kompor atau alat pemanas lainnya, yang utama adalah parafin harus cair dengan panas yang cukup supaya paraffin dapat meresap hingga kedalam pori-pori kain.
Tujuan penggunaan paraffin adalah sebagai pengendali jalannya rembesan warna dan air pada permukaan kain.
Perlu diperhatikan bahwa penggunaan paraffin dalam teknik ini berbeda dengan teknik batik canting yang sudah sering kita ketahui seperti dalam pembuatan batik tulis.
Untuk melumuri kain dengan paraffin kita bisa menggunakan kuas baru, seperti kuas yang sering kita gunakan untuk mengecat tembok.

B.3. Tahap mewarnai atau sekaligus tahap membuat motif design.
Untuk teknik kering dengan paraffin proses pembuatan motif bisa lebih lambat atau santai dibanding cara kerja yang digunakan pada teknik basah dengan air.  Air dan warna yang dituangkan keatas permukaan kain sudah dapat dikendalikan dengan adanya paraffin yang sudah ada pada kain.
Dibawah ini adalah contoh design lukis kain yang menggunakan teknik kering dengan paraffin.

Contoh design lukis kain yang menggunakan teknik kering dengan paraffin | http://textiledsg.blogspot.com/


Perhatikan contoh design diatas, terutama cermati pada sekeliling tepian motif design yang masih menyisakan
warna putih, warna putih tersebut adalah warna kain yang tersisa setelah proses mewarnai pada setiap motif.

Dalam tahap ini ada dua cara yang bisa kita lakukan:
1    Cara 1: Membuat motif design hingga selesai kemudian warna hitam pada background adalah tahap kedua hingga finishing.
      Cara 2: Membuat warna hitam untuk background dengan menyisakan bagian warna putih kain yang sekaligus sudah membentuk motif design. Selanjutnya warna untuk motif diberikan pada tahap kedua hingga selesai.

Kedua cara diatas bisa kita coba praktekkan, disesuaikan dengan kondisi kenyamanan dan kemampuan kita, namun tentunya antara kedua cara tersebut memiliki kelebihan dan juga kekurangan, kelebihan dan kekurangan tersebut adalah:
-           
-Kelebihan Cara 1:
Proses mewarnai warna hitam background yang dilakukan pada tahap kedua akan memberikan kebebasan ruang dan gerak yang dimungkinkan harus ada penambahan motif, karena dengan masih membiarkan background dalam keadaan putih maka rencana mewarnai menggunakan warna selain hitam masih dapat kita berikan lebih mudah. Namun proses mewarnai dan membuat motif akan lebih cepat.

-Kekurangan Cara 1:
Keunikan dari design seperti ini adalah adanya kontras antara warna – warna lain dengan warna hitam pada background. Oleh karena itu dengan cara 1 kita belum dapat melihat langsung efek dari kontras tersebut, selain dikarenakan belum adanya warna hitam background, kekurangan lain adalah juga dikarenakan jenis efek pada motif yang sengaja tidak diberikan detail. Dengan demikian diperlukan sketch konsep design 99% sama persis seperti design aslinya.


-Kekurangan Cara 2:
Untuk cara  2 kurang lebih adalah kebalikan dari cara 1, kebebasan ruang dan gerak sudah terbatas oleh warna hitam background yang sudah dibuat lebih awal. Untuk penambahan motif design dengan warna selain hitam akan cukup menyulitkan bagi kita, meskipun dilakukan manipulasi dengan berbagai cara hasilnya tidak akan sama bersih dan fresh seperti warna putih kain yang sengaja dibiarkan tidak diberikan warna. Sehingga cara ini akan lebih lama dan lambat dibandingkan dengan cara 1.

-Kelebihan Cara 2:
Kontras warna design sudah dapat kita lihat meskipun warna lain untuk motif belum diberikan. Dapat dikatakan design bisa saja masuk kedalam kategori design hitam putih jika memang diperlukan.


Selain cara – cara diatas masih banyak cara lain untuk membuat design lukis kain, seperti design lukis kain teknik transfer basah dan kering, design lukis kain dengan canting paraffin, hingga teknik design lukis kain dengan air brush.
Untuk penjelasan lebih detailnya akan ada diposting selanjutnya.

Oleh karena itu saya cukupkan sekian dulu, Semoga bermanfaat, dan Selamat mencoba.

Artikel Teknik Cara Membuat Design Lukis Kain Oleh Edi saksono, 07 Oktober 2013,9:21PM

Tuesday, 6 November 2012

Les Private Desain

Salah satu dari sekian banyak materi pelajaran selama Les Private desain adalah:
Belajar membuat komposisi desain, contoh yang terlihat dibawah ini adalah beberapa jenis komposisi dari berjuta jenis komposisi desain yang ada.

Komposisi desain-All Over

Komposisi desain-Bordure

Komposisi desain-All Over

Komposisi desain-Stripe Diagonal

Komposisi desain-Stripe Horizontal

Komposisi desain-Stripe Vertikal